
Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadli Amri mengatakan, sistem 2-1 ini diharapkan menjadi solusi alternatif penanganan arus lalu lintas di jalur Puncak. Sistem ini diuji coba untuk menggantikan sitem buka tutup yang sudah sekitar 30 tahun diterapkan tiap Sabtu-Minggu untuk mengatasi kemacetan.
Dia menjelaskan, sistem 2-1 ini adalah upaya Satlantas Polres Bogor bersama Pemda Kabupaten Bogor dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mencari alternatif solusi penanganan kemacetan di Puncak. Sistem ini adalah hasil kajian bersama dengan akademisi dan masyarakat Puncak.
Menurut AKP Fadli, penelitian dan pemantauan sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan ke belakang dan melibatkan banyak pihak. Dia menjelaskan sistem 2-1 ini diterapkan dengan cari membagi jalan menjadi 3 lajur.
Di pagi hari karena arus cenderung lebih ramai ke atas atau ke arah Puncak, maka 2 lajur digunakan untuk naik ke atas Puncak dan 1 lajur ke bawah arah Jakarta. Sebaliknya di siang hari 2 lajur ke bawah arah jakarta dan 1 lajur arah Puncak. Penerapan sistem 2-1 ini hanya dari Pos Lantas Gadog Ciawi hingga persimpangan Taman Safari, setelahnya normal 2 lajur 2 arah.
Pembatasan lajur di wilayah penerapan sistem 2-1 akan menggunakan traffic cone. "Seperti saat contra flow di tol. Pasang dan tarik (traffic cone-red) khusus Sabtu-Minggu saja atau libur besar yang dibutuhkan," kata AKP Fadli, Senin (7/10/2019).
AKP Fadli mengatakan, meski sistem 2-1 ini sudah akan diuji coba 27 Oktober 2019, masih ada sejumlah hambatan di lapangan. Di antaranya adanya titik crossing seperti di Mega Mendung, Pasar Cisarua, Cipayung dan beberapa persimpangan lainnya. AGEN POKER TERBESAR INDONESIA
sumber


Tidak ada komentar:
Posting Komentar